Dua Jenderal Ditetapkan Tersangka Penerima Suap Dalam Kasus Djoko Tjandra

Polri telah menetapkan dua jenderal polisi sebagai tersangka penerima suap dalam kasus Djoko Tjandra.
Djoko Tjandra. ( foto : kompascom )

Terkini.id, Sinjai – Polri telah menetapkan dua jenderal polisi sebagai tersangka penerima suap dalam kasus Djoko Tjandra. Keduanya yakni mantan Karo Korwas PPNS Polri Brigjen Prasetijo Utomo dan mantan Kadiv Hubungan Internasional Irjen Napoleon Bonaparte.

Sebelumnya, Polisi juga telah menetapkan status tersangka kepada Joko Soegiarto Tjandra alias Djoko Tjandra.

Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono mengatakan, setelah jadi tersangka pengguna surat jalan palsu, Djoko Tjandra dijerat undang-undang tindak pidana korupsi (tipikor) karena diduga menyuap dua jenderal Polri.

“Untuk penetapan tersangka tersebut, yaitu ada dua: selaku pemberi, selaku penerima. Pelaku pemberi ini kita menetapkan tersangka Saudara JST, lalu tersangka TS,” kata Argo di Mabes Polri, Jumat, 14 Agustus 2020 seperti dikutip dari detikcom.

Argo menuturkan Djoko Tjandra dan TS dijerat Pasal 5 ayat 1, Pasal 13 Undang-Undang Tipikor. Penyidik Bareskrim Polri juga menambahkan Pasal 55 KUHP.

“Pasal 5 ayat 1, Pasal 13 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 KUHP,” ujarnya.

Sementara terkait dua tersangka lainnya yakni Brigjen Prasetijo Utomo dan Irjen Napoleon Bonaparte, Polri menjerat keduanya dengan UU Nomor 21 Tahun 2001 tentang pemberantasan Tipikor.

“Selaku penerima yang kami tetapkan tersangka adalah Saudara PU, kemudian yang kedua Saudara NB. Selaku penerima, kita kenakan Pasal 5 ayat 2 , kemudian Pasal 11 dan 12 huruf a dan b Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan Tipikor juncto 55 KUHP,” ungkap Argo.

Argo menambahkan, para tersangka tersebut terancam pidana penjara 5 tahun.

“Ancaman hukuman adalah 5 tahun. Saat ini kami masih dalam proses penyidikan berikutnya,” ujarnya.

Dalam kasus Djoko Tjandra tersebut, kata Argo, penyidik mengamankan barang bukti berupa uang USD 20 ribu, surat atau dokumen, serta rekaman CCTV.

“Selaku penerima yang kami tetapkan tersangka adalah Saudara PU, kemudian yang kedua Saudara NB. Selaku penerima, kita kenakan Pasal 5 ayat 2 , kemudian Pasal 11 dan 12 huruf a dan b Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan Tipikor juncto 55 KUHP,” ungkap Argo.

Argo menambahkan, para tersangka tersebut terancam pidana penjara 5 tahun.

“Ancaman hukuman adalah 5 tahun. Saat ini kami masih dalam proses penyidikan berikutnya,” ujarnya.

Dalam kasus Djoko Tjandra tersebut, kata Argo, penyidik mengamankan barang bukti berupa uang USD 20 ribu, surat atau dokumen, serta rekaman CCTV.

Berita ini telah tayang sebelumnya : https://makassar.terkini.id/terlibat-kasus-djoko-tjandra-dua-jenderal-polri-terancam-hukuman-5-tahun-penjara/

Konten Bersponsor

Berita lainnya

Pelayanan Kesehatan Door To Door Dan Home Care Salah Satu Bentuk Kepedulian Pemkab Sinjai

Istri Minta Naik Kuda 9 kali Setiap Hari, Suami Tidak Mampu Akhirnya Minta Cerai

Mahfud MD Ajak Masyarakat Kawal Kasus Kebakaran Gedung Kejaksaan Agung

Viral Pasangan Kembar Duduk Bersamaan Di Pelaminan

6 Anjing Gila Yang Meresahkan Warga Kelurahan Lappa Berhasil Diburu Oleh Perbakin Sinjai

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar